9 Alat Musik Tradisional NTT (Lengkap)

Alat Musik Tradisional NTT – Daerah Nusa Tenggara Timur atau yang dikenal dengan singkatan NTT ini masuk dalam Gugusan Sunda kecil dan termasuk kedalam Kepulauan Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Timur juga dikenal dengan Comodo Dragon atau Komodo yang hidup di pulaunya atau yang dikenal dengan Pulau Komodo.

alat musik tradisional ntt
Gambar alat musik tradisional ntt

Selain Nusa Tenggara Timur juga dikenal dengan kesenian lokalnya yang berupa kain tenun, tari-tarian daerah seta alat musik tradisionalnya. Kali ini saya mencoba memberikan informasi tentang perihal kesenian lokal yang ada di NTT, tetapi akan fokus pada alat musik tradisional dari NTTnya saja.

Alat Musik Tradisional NTT

Musik adalah contoh cara untuk menyalurkan pikiran dan bakat kita terhadap sesuatu. Musik juga bisa membantu mengurangi tingkat stress dan rasa bosan yang datang saat yang tidak menguntungkan.

Baca Juga :  4 Alat Musik Tradisional Lampung (Lengkap)

Terbukti dari ada beberapa masyarakat NTT memakai alat musik tradisional pada saat mereka mempunyai waktu senggang dan beristirahat pada sela-sela aktifitas pekerjaan mereka. Baca selengkapnya mengenai alat musik tradisional NTT dan penjelasannya dibawah ini.

1. Foy Doa

Alat Musik Tradisional NTT Foy Doa
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Foy Doa

Foy Doa adalah alat musik yang asalnya dari Flores yang sampai sekarang tidak diketahui umur pastinya dari alat musik tradisional ntt disebutkan hal itu dikarenakan tidak ada peninggalan sejarahnya. Foy Doa merupakan sebuah suling ganda yang dibuat dari bambu kecil yang “bergandengan” sebanyak 2 atau lebih.

Baca Juga :  4 Alat Musik Tradisional Bangka Belitung (Lengkap)

Foy Doa sering digunakan oleh kaum remaja (laki dan perempuan) untuk sebuah permainan rakyat (seperti bentengan, dll) di malam hari dengan berkumpulnya mereka dan membentuk lingkaran. Nada yang dikeluarkan dari Foy Doa-pun bisa mengeluarkan nada tunggal atau nada ganda hal itu bergantung dari pemainnya.

Cara memainkan Foy Doa

Memakai alat musik Foy Doa sama seperti menggunakan seruling / suling yang digunakan dengan cara ditiup. Tarik nafas secukupnya dan hembuskan lewat mulut. sementara itu jari tangan dipakai sebagai penutup lubang suara. Pada permainannya, pemakaian Foy Doa seringnya untuk mengiringi syair musik yang mempunyai tema seputar kehidupan.

2. Knobe Khabetas

Alat Musik Tradisional NTT Knobe Khabetas
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Knobe Khabetas

Masyarakat yang bertempat di Dawa, Nusa Tenggara Timur mempercayai bahwa alat musik tradisional ini sudah ada sejak nenek moyangnya tinggal di dalam gua. Bentuknya pun cukup unik karena mirip busur panah. Seringnya masyarakat memakai Knobe disaat kebun atau saat mengawasi hewan-hewan.

Cara menggunakannya tidak mudah, anda harus menempelkannya pada bagian ujung busur diantara bibir atas dan bibir bawah lalu keluarkan udara yang berasal dari mulut anda dan saat bersamaan petik tali busur tadi dengan jari. Pemakaian alat musik ini sangat membantu sebagai pengusir penat.

Selain dipakai untuk hiburan. masyarakat juga memakai musik ini sebagai upacara adat. Pada upacara adat yang memakai Knobe Khabetas adalah Napoitan Li’ana ( bayi yag baru saja dilahirkan tidak boleh untuk keluar rumah sebelum 40 hari).

3. Nuren

Alat Musik Tradisional NTT Nuren
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Nuren

Alat musik Nuren ini adalah alat musik yang lumayan dikenal pada daerah Solor Barat. Masyarakat di Sikka Timur tahu alat musik tradisional ntt yang ini dengan sebutan Sason atau Sason Nuren (secara etimologi Sason: Jantang dan Nuren  Perempuan). Sason Nuren adalah perwujudan dari 2 buah suling, uniknya 2 buah suling itu digunakan oleh seorang pemain saja.

Baca Juga :  5 Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat (Lengkap)

Selain untuk alat hiburan, sebutan “Sason Nuren” adalah sebutan keramat dan sakral. Menurut asal-usulnya dulu adanya seorang tokoh yang melegenda yaitu Edoreo, itulah orang Solor Barat yang dahulu orang Solor Barat yang dahulu mempercayai bahwa orang itu mempunyai 2 kepala sekaligus 2 mulut, menurut 2 kepribadian yang berkecambuk pada telinga pendengarannya.

4. Sunding Tongkeng

Alat Musik Tradisional NTT Sunding Tongkeng
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Sunding Tongkeng

Sunding Tongkeng, Nama alat musik tradisional tiup sangat berhubungan dengan bentuk dan cara memainkannya. Bentuk ruas bambu dan mempunyai oanjang hingga 30 cm. Alat musik ini mempunyai “buku” yang pada salah satunya ada di ujung jari dari ruasnya dibiarkan saja.

Lubang suara Sunding Tongkeng ada 6 buah. sebagian dari lubang peniupnya dililitkan daun tala (sedikit saja). Cara menggunakannya seperti suling / seruling / flute. karena posisi ditiup pada posisi tegak, orang manggarai disebut dengan Tongkeng dan Sunding yang merupakan nama lain Suling.

Alat musik Sunding Tongkeng ini sering diguanakan pada malam hari disaat orang sedang menjaga hewan ternaknya untuk mengisi waktu senggangnya (pada daerah itu biasanya adalah hewan babi).

5. Prere

Alat Musik Tradisional NTT Prere
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Prere

Prere merupakan alat musik tradisional berasal dari Manggarai yang dibuat dari ruas bambu yang kecil, ukurannya bisa dikatakan sekecil pensil yang mempunyai panjang 15 cm. Ruas bagian bawahnya ditutup dan dibelah sedikit sebagai tempat keluar udara, tetapi pada bagian atas dipotong untuk meniup.

Baca Juga :  9 Alat Musik Tradisional Kalimantan Selatan (Lengkap)

Bagian belahan bambu itu diapakai sebagai pelilit daun pandan yang kegunaannya untuk memperbesar suara, seperti orong terompet. Selain dipakai sebagai hiburan. Prere diapakai sebagai pengiring pencak silat rakyat bersama dengan musik gendang dan gong daerah.

6. Leko Boko / Bijol

Alat Musik Tradisional NTT Leko Boko
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Leko Boko

Alat musik tradisional ntt ini mempunyai 4 buah layaknya Heo dan dipakai dengan cara dipetik. Bijol dibuat dari labu hutan, kayu dan usus kuskus untuk bahannya. Labu hutan untuk wadah resonansi, kayu untuk tempat perentang dawai dan usu kuskus untuk dawainya.

Fungsi Bijol pada kehidupan masyarakat merupakan untuk hiburan pribadi saja tetapi tak jarang Bijol juga diapakai sebagai mengisi pesta adat. Bijol sering di duet-kan dengan Heo (sebuah alat musik petik juga) dan mereka bersinkronisasi. Bijol untuk memberi harmoni dan Heo untuk pembawa melodi dengan nyanyian masyarakatnya yang sering ber-improvisasi.

7. Sasando

Alat Musik Tradisional NTT Sasando
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Sasando

Alat musik tradisional NTT Sasando merupakan alat musik yang mempunyai dawai dan digunakan dengan cara dipetik. Sasando dipercaya asalnya dari kata daerah Rote yakni Sasando yang mempunyai arti “alat yang bergetar” atau berbunyi. Suara Sasando sama dengan alat musik berdawai lainnya seperti gitar, biola, dll.

Baca Juga :  7 Alat Musik Tradisional Jambi (Lengkap)

Sasando merupakan alat musik dawai yang dipakai dengan cara dipetik. Instrumen musik yang asalnya dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah mirip dengan Sasando menurut asal katanya pada bahasa Rote, sasanu yang maknanya alat bergetar atau berbunyi. Suara sasando mirip dengan alat musik dawai lainnya layaknya gitar, biola, kecapi, dan harpa.

Fungsi Musik Sasando

Musik Sasando pada masyarakat sering dipakai untuk alat musik pengiring tarian hiburan keluarga yang berduka ataupun dalam sebuah pesta, dan bisa digunakan untuk hiburan pribaddi. Pada segi cara menggunakannya, alat musik ini mempunyai berbagai macam caranya, contoh :Ofalangga, batumatia, Lendo Ndao, Kaka musu, Ronggeng, dsb.

Cara Memainkan Sasando

Kegunaan musik sasando gong pada masyarakat pemiliknya untuk alat musik pengiring tari, menghibur keluarga yang lagi berduka, menghibur keluarga yang mengadakan pesta, dan untuk hiburan pribadi.

Sasando gong yang pentatonis mempunyai banyak cara menggunakannya seperti : Teo renda, Ofalangga, Feto boi, Batu matia, Basili, Lendo Ndao, Hela, Kaka musu, Tai Benu, Ronggeng, Dae muris, Te’o tonak.

Baca Juga :  36 Cara Memainkan Alat Musik (Terlengkap)

Banyaknya dawai yang ada di Sasando diatonis bermacam-macam, ada yang 24 dawai, 28, 30 dawai yang muncul Sasando listrik pada tahun 1960 oleh Bapak Edu Pah, seorang pemain ahli sasando di NTT.

8. Tatabuang / Totobuang

Alat Musik Tradisional NTT Totobuang
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Totobuang

Pada daerah Desa Lamanole, Flores Timur terdapat alat musik yang disebut Tatabuang, tetapi pada daerah Tanalein alat musik ini disebut Leto yang mirip dengan Totobuang (alat musik maluku) yang dipercaya dibawa oleh suku dari Maluku, julukan Tatabuang pun hanya berlaku di Lemonale.

Pada Lemonale, untuk menggunakan alat musik ini terdapat 2 cara, yakni digantung atau diletakkan pada atas pangkuan. Tatabuang dibuat dengan batang kayu Sukun yang bentuknya bulat dan pada hati kayunya dikeluarkan. Alat musik ini mempunyai nama berbeda antara yang digantung dengan yang dipangku.

9. Thobo

Alat Musik Tradisional NTT Thobo
Gambar Alat Musik Tradisional NTT Thobo

Thobo adalah alat musik tumbuk yang asalnya dari Kab. Ngada, Thobo dibuat dari bambu yang berbuku-buku itu di bagian bawahnya dibiarkan saja sedangkan diatasnya dilubangi. Cara menggunakannya ditumbuk ke lantai / tanah. Thobo kegunaannya untuk saat mengiringi masuk Foy Doa (yang sudah disindir di artikel diatas)

Baca Juga :  4 Alat Musik Tradisional Papua Barat (Lengkap)

Itulah sedikit informasi yang saya harapkan bisa membantu anda untuk bisa mengenali kesenian dan kebudayaan kita yang makin tergerus zaman. Seoga kedepannya kita bisa mengambil bagian dalam memajukan Indonesia dan dapat menjaga keutuhannya secara bersama.

Musik adalah instrumen nada yang bisa membuat kita tenang. Daftar alat musik tradisional NTT yang bisa didapat adalah informasi asli dan langsung saya dapat dari website pemerintah provisi Nusa Tenggara Timur.

Alat Musik :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *